JURNAL PEMURNIAN ZAT ORGANIK
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN 1
”PEMURNIAN ZAT ORGANIK”
DISUSUN OLEH :
DIO AL KAUTSAR (A1C119039)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN 4
I Judul : Permurnian
Zat Padat
II Hari, Tanggal : Senin, 8
Maret 2021
III Tujuan : Adapun tujuan pratikum kali
ini adalah untuk mengetahu cara permurnian zat padat dengan metode
rekristalisasi dan sublimasi
IV.Landasan
Teori
Rekristalisasi
adalah metode pemurnian yang memisahkan produk kristal berharga dari kotoran
tak diinginkan yang terlarut dalam larutan induk. Sebenarnya, rekristalisasi
adalah proses di mana bahan kristal yang awalnya dipadatkan dilarutkan dan
dikristalkan kembali untuk mendapatkan produk akhir dengan ukuran, bentuk,
kemurnian, dan volume yang diinginkan. Dalam proses pelarutan dan
rekristalisasi, energi internal kristal juga berkurang, yang memungkinkan untuk
mencapai keseimbangan energi yang lebih global dan memperoleh modifikasi
polimorfik yang stabil. Meskipun rekristalisasi biasanya dilakukan dengan
sengaja untuk mengoptimalkan kristal dan proses, rekristalisasi yang tidak
terkontrol dapat menyebabkan pembentukan hidrat dan solvat yang tidak
diinginkan atau transformasi polimorfik.
Rekristalisasi
dari pelarut tunggal adalah cara yang cukup sederhana untuk memurnikan senyawa
padat. Pelarut tunggal digunakan sebagai pelarut, di mana zat larut sempurna
saat dipanaskan dan membentuk kristal saat didinginkan
(https://www.slideshare.net/Tillapia/rekristalisasi-33179256)
Rekristalisasi
adalah metode penting untuk memurnikan zat kristal yang mampu mengkristal dari
larutan jenuh dalam pelarut atau campuran pelarut tertentu. Metode ini
didasarkan pada fakta bahwa ketika dipanaskan, kelarutan zat meningkat, serta
pada kelarutan yang berbeda dari zat yang berbeda dalam pelarut tertentu.
(https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/article/view/6179)
Beberapa
padatan, saat dipanaskan, dapat menguap secara aktif sebelum mencapai titik
lelehnya. Transisi balik uap ke keadaan padat terjadi segera, melewati fase
cair. Proses ini disebut sublimasi atau sublimasi dan digunakan untuk
memurnikan zat.
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
1. Gelas kimiaa
2. Alat MPA
3. Corong buncher
4. Kompor kecil
5. Cawan poselen
6. Busen
7. Sudip
8. Corong
9. Gelas wool
10. Pipa kapiler
11. Kaki tiga
5.2 bahan
1. air suling
2. asam benzoate
3. glukosa
4. karbon aktif
5. kertas saring
whatman
6. air dingin
7. naftalen
8. pasir
VI.
Prosedur Kerja
7.1 Rekristalisasi
Dipanaskan 50 ml air suling
sampai adanya gelembung,lalu ditempat
lain, dibuat campuran asam benzoate, glukosa dan karbon aktif dengan asam
benzoate 2 sudip, glukosa 1 sudip dan
karbon 1 sudip,s etelah air
sulng tersebut mendidih, dimasukkan air paas kedalam campuran yang telah kita
buat sebelumnya ( asam benzoate, glukosa dan karbon) dengan sedikit dan
diaduk,laulu disaring larutan
yang telah dipanaskan tersebut dengan menggunakan corong buncher selagi dalam
keadaan panas,kemudia disiapkan
lagi air panas yang berfungsi untuk dapat menyiram endapan untuk yang kedua
kali lalu didinginkan larutan yang telah kita saring sebelumnya.setelah didinginan, disaring kembali larutan tersebut
menggunakan kertas saring whatman
Ditempat lain, sambil menuggu
larutan tersaring disiapkan air dingin atau air es untuk pengkristalan didinginkan air yang
ditampung dari penyaringan tadi dengan menggunakan es yang telah disiapkan,dan didapatkan Kristal, dan kita pindahkan ke wadah di dimasukkan Kristal
yang telah terbentuk kedalam pipa kapiler dan dimasukkan
pipa kapiler tersebut kedalam alat MPA agar dapat diukur titik lelehnya.
7.2 Sublimasi
Dalam melakuakan percobaan dengan sublimasi maka disiapkan campuran naftalen dan juga pasir,kemudian dilubangi kertas saring whatman,kemudian ditutup cawan porselen tersebut
menggunkan kertas saring yang telah dilubangi sebelumnya,setalah itu disumbat corong menggunakan
gelas wooll,lalu disiapkan
penangas nya yaitu Bunsen dan juga kaki tiga lalu dipanaskan cawan yang telah ditutup dengan kertas saring
selama 5 menit. Adanya uap air pada kertas saring berarti terjadinya sulimasi
pada proses tersebut.
Didapatkan krisal pada corong
tersebut dimasukkan Kristal yang telah didapatkan tersebut kedalam pipa kapiler,lalu disumbat pipa kapiler
tersebut menggunakan gelas wool dan diukur
titik lelehnya menggunakan minyak. Dikarenakan minyak mempunyai titik didih yag
tinggi.
Video: https://www.youtube.com/watch?v=SP6a50OKJLU
PERTANYAAN:
1.Apa itu
naftalen ?
2.Apa saja cara
rekristalisasi?
3.Bagaimana cara
rekristalisasi apa bila pengotornya lebih larut dalam pelarut?

Baiklah saya gadi septyo wulandari dengan nim a1c119026 izin menjawab permasalahan no 2. Rekristalisasi dapat dilakukan dengan cara melarutkan sampel lalu dilakukan penyaringan dan dilakukan lagi berulang kali hingga mendapatkan zat murni berupa zat padat
BalasHapusSaya Novia Rahmadhani dengan Nim A1C119023 izin menjawab pertanyaan nomor 1, naftalen merupakan senyawa organik yang mempunyai wujud padat dan berwarna putih, memiliki bau yang khas dan mudah menguap. Naftalen termasuk ke dalam senyawa hidrokarbon aromatik dengan rumus molekul C10H8
BalasHapusBaiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Caranya adalah dengan melakukan pemanasan dan penyaringan
BalasHapusBaiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 3. Adapun cara yang dpaat dilakukan apabila pengotornya lebih larut dalam pelarut adalah dengan mencampurkan zat padat dengan pelarut panas kemudian larutan tersebut dilakukan pendinginan dan penyaringan.
BalasHapus