JURNAL REAKSI-REAKSI HIDROKARBON
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA
ORGANIK I
PERCOBAAN
1
”
Reaksi-Reaksi Hidrokarbon”
DISUSUN OLEH :
DIO AL
KAUTSAR (A1C119039)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
PERCOBAAN 5
I Judul : Reaksi-Reaksi Hidrokarbon
II Hari, Tanggal : Senin,15Maret 2021
III Tujuan : Adapun tujuan pratikum kali ini adalah
untuk dapat mengetahui reaksi-reaksi pada Hidrokarbon.
IV.Landasan Teori
Di kimia hidrokarbon merupakan sebuah
elemen C dan elemen H yang segala
hidrokarbon mempunyai ikatan rantai C dan beberapa partikel H yang terikat
dengan iakatan rantai tersebut.Maka apa bila ada suatu ikatan yang ada parrtikel atau atom C dan H berikata maka itu kemungkinan Hidrokarbon.
(https://www.studiobelajar.com/senyawa-hidrokarbon/)
(http://id.dbpedia.org/page/Hidrokarbon)
V. Alat
dan
Bahan
5.1 Alat
1. Tabung
reaksi
2. Sudip
3. Pipet
tetes
4. Rak
tabung
5.2 bahan
1. Laarutan
Asetat dehid
2. Logam
Zn
3. Larutan
Asam sulfat (H2SO4) pekat
4. Larutan
Benzene
5. Larutan
sikloheksana
6. Larutan
heksana
7. Larutan
indicator ( KMnO4 0,5
% : Na2CO3 5%)
VI. Prosedur
Kerja
7.1 Uji
clemensen
Asetaldehid 1 ml dimasukkan kedalam tabung reaksi,kemudian dimasukkan logam Zn sebanyak 2 gram
dengan menggunakan sudip dan asam sulfat pekat sebanyak 2 ml
maka didapatkan hasil.
7.2 uji
bayers
Setiap larutan uji dimasukkan kedalam 3 tabung rekasi yang berbeda
sebanyak 1 ml dan setiap tabung reaksi yang telah berisi
larutan uji, kemudian
diteteskan 3 tetes
larutan KMnO4 setelah didapatkan larutan berubah warna, ditmbahkan larutan Na2CO3 sebanyak
1 tetes pada setiap larutan uji diperoleh
hasil
7.3 Uji
asam sulfat
Setiap larutan uji, yaitu sikloheksana, heksana dan benzene
sebanyak 0,5 ml dimasukkan kedalam 3 tabung berbeda lalu dimasukkan 1ml asam sulfat pekat pada setiap
tabung
dan digoyangkan dan
didapatkan hasil
Video: https://www.youtube.com/watch?v=L1HHdQdfc0I
PERTANYAAN:
1.Pada
uji mengguakan asama sulfat saat
menambahkan H2SO4 tingkat kekeruhan berbeda?
2.Dalam
vidio tersebut apakah sama hasil yang
didapatkan apa bila menggunakan asam sulfat encer?
3.Didalam
vidio pecobaan tersebut kenapa tidak menggunakan indikator yang umum sepeti
penopelin dan lain-lain?

perkenalkan saya yiyin novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 3. pada percobaan ini menggunakan larutan indicator KMnO4 dan Na2CO3 bukan indicator lain seperti indicator pp, karena uji bayer hidrokarbon pada percobaan ini bertujuan untuk mengetahui reaksi yang memiliki rangkap dua atau tiga pada senyawa hidrokarbon. Kmno4 dan NaCO3 merupakan larutan pereaksi pada senyawa organic sehingga dapat diketahui sampel mengandung ikatan rangkap atau tidak dengan mengamati reaksi yang terjadi. uji dengan penggunaan indikator Kmno4 dan NaCO3 menghasilkan warna yang berbeda pada percobaan ini karena memiliki sifat yang berbeda. sedangkan indikator pp atau fenolftalein umumnya digunakan pada titrasi asam basa untuk menentukan titik ekuivalen.
BalasHapusSaya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab soal no 2. Sebaiknya tetap menggunakan aam sulfat pekat dalam percobaan ini karena sifat dari kedua asam sulfat ini berbeda, sehingga akan mempengaruhi hasil percobaan nantinya. Asam sulfat pekat memiliki sifat dehidrator, yakni dapat melepas kandungan air dalam suatu senyawa. Semenntara Asam sulfat yang encer, cenderung menghasilkan gas hidrogen dan logam sulfat, sedangkan asam sulfat yang pekat dan panas cenderung menghasilkan gas hidrogen, logam sulfat dan gas sulfur dioksida.
BalasHapus