LAPORAN PRATIKUM REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

 

LAPORAN  PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

REAKSI-REAKSI HIDROKARBON





 

 

 

NAMA                     : Dio Al Kautsar

NIM                         : A1C119039

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

    

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILIMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

VIII.Data Pengamatan

8.1 Uji clemensen

Perlakuan

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1.    Dimasukkan1ml asetaldehid kedalam tabung reaksi

 

Tabung reaksi digunakan sebagai wadah larutan uji

 

Asetaldehid berfungsi sebagai larutan uji

 

 

untuk uji larutan asetaldehid

 

 

2.    Dimasukkan logam seng sebanyak 2 gr

 

Logam seng berfungsi sebagai sampel uji

 

 

Untuk uji logam seng

 

3.    Ditambahkan H2SO4 2 ml kedalam tabung reaksi

 

Gelas ukur berfungsi untuk mengukur larutan baik larutan uji maupun larutan H2SO4

 

H2SO4 berfungsi sebagai larutan penguji asetaldehid dan logam seng

 

 

Untuk melihat reaksi apa yang terjadi

 

Larutan berwarna jingga yang sesaat kemudian berubah menjadi larutan pekat berwarna hitam

 

8.2 Uji bayers

Perlakuan

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1.    Dimasukkan setiap larutan uji (benzene, sikloheksana dan heksana) kedalam 3 tabung reaksi yang berbeda

 

Tabung reaksi digunakan sebagai wadah larutan uji

 

Benzene, sikloheksana dan heksana berfungsi sebagai larutan uji

 

 

 

Untuk uji larutan benzene, sikloheksana dan heksana

 

2.    Diteteskan 3 tetes larutan KMnO4 kedalam masing-masing tabung reaksi

 

Pipet tetes berfungsi untuk meneteskan larutan KMnO4 kedalam larutan uji

 

KMnO4 berfungsi sebagai penguji pada larutan uji

 

 

Untuk mengetahui reaksi yang terjadi ketika diteteskan KMnO4

 

Berwarna ungu

3.    Diteteskan 1 tetes NaCO3 pada larutan uji

 

NaCO3 berfungsi sebagai penguji pada larutan uji

 

 

Untuk mengetahui reaksi yang terjadi ketika diteteskan NaCO3

 

Bagian atas bening

Bagian bawah ungu

 

8.3 Uji asam sulfat

Perlakuan

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1.    Dimasukkan 1 ml larutan H2SO4 pekat kedalam 3 tabung reaksi yang berbeda

 

Tabung reaksi berfungsi untuk wadah H2SO4 dan larutan uji

 

H2SO4 berfungsi sebagai penguji pada larutan uji

 

Untuk pengujian pada larutan uji

 

2.    Dimasukkan setiap larutan uji (benzena, sikloheksana dan heksana) 0,5 ml kedalam 3 tabung reaksi yang berbeda

benzena, sikloheksana dan heksana berfungsi sebagai larutan uji

Untuk mengetahui reaksi yang terjadi

Terbentuk 2 lapisan dengan tingkat kekeruhan yang berbeda-beda pada masing-masing tabung

 

XI.Pembahasan

            dari percobaan yang kami lakukan:

9.1 Uji clemensen

            pada saat diasukan 1 ml  asetaldehid kedalam tabung reaksi  lalu dimasukan logam seng sebnayk 2 gr yang berguna untuk uji seng dan ditambahkan H2SO4 2 ml kedalam tabung reaksi maka didapatkan Larutan berwarna jingga yang sesaat kemudian berubah menjadi larutan pekat berwarna hitam.

 

 

 

9.2 Uji bayer

            pada saat dimasukkan setiap larutan uji (benzene, sikloheksana dan heksana) kedalam 3 tabung reaksi yang berbeda yang berguna untuk uji larutan benze,sikloheksana dan heksana. 2.            Diteteskan 3 tetes larutan KMnO4 kedalam masing-masing tabung reaksi Untuk mengetahui reaksi yang terjadi ketika diteteskan KMnO4 dan larutan bewarna ungu setelah itu 3.    Diteteskan 1 tetes NaCO3 pada larutan uji Bagian atas bening bagian bawah ungu.

 

9.3 Uji asam sulfat

            Pada saat  Dimasukkan 1 ml larutan H2SO4 pekat kedalam 3 tabung reaksi yang berbeda yang bertujuan untuk  pengujian pada larutan uji,setelah itu masukkan setiap larutan uji (benzena, sikloheksana dan heksana) 0,5 ml kedalam 3 tabung reaksi yang berbeda dan terbentuk 2 lapisan dengan tingkat kekeruhan yang berbeda-beda pada masing-masing tabung

 

X.Kesimpulan

            pada percobaan ini dapat disimpulkan seitiap uji ada perbedaan sendir sendri untuk uji clemensen untuk logam seng dan  asam sulfat,sedangkan uji bayer untuk melihat rekasi rangkap ganda dan triple,dan uji asam sulfat untuk meligat reaksi asam sulfat yang terjadi.

 

XI.Daftar Pustaka

Anonim,2020.Hidrokarbon. https://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon#:~:text=Dalam%20bidang%20kimia%2C%20hidrokarbon%20adalah,sebagai%20pengertian%20dari%20hidrokarbon%20alifatik.. diunduh tanggal 10 maret 2021

Anonime. (2020). Retrieved 3 11, 2021, from (https://www.studiobelajar.com/senyawa-hidrokarbon)

Anonime. (2019). Retrieved 3 11, 2021, from (http://id.dbpedia.org/page/Hidrokarbon)

 

permasalahan

1. Didalam vidio pecobaan tersebut kenapa menggunakan indikator yang umum sepeti penopelin?

2.Apa saja indikator indikator yang bisa di gunakan?

3. apakah sama  hasil yang didapatkan apa bila menggunakan asam sulfat encer?

 

 

 

 

LINIK VIDIO


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. perkenalkan saya yiyin novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 1. pada percobaan ini tepatnya pada uji bayer menggunakan larutan indicator KMnO4 dan Na2CO3 bukan menggunakan indikator yang umum sepeti penopelin, karena pada pada uji bayer hidrocarbon pada percobaan ini bertujuan untuk mengetahui reaksi yang memiliki rangkap dua atau tiga pada senyawa hidrokarbon. sedangkan indikator pp atau fenolftalein umumnya digunakan pada titrasi asam basa untuk menentukan titik ekuivalen.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Hasil yang didapatkan berbeda karena perbedaan zat yang digunakan tersebut. Dimana jika penggunanlannya diganti ditakutkan tidak didapatkan hasil yang sesuai

    BalasHapus
  4. Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 2. Untuk uji coba ini larutan indikator yang biasa atau umum digunakan adalah KMnO4 dan Na2CO3

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I Reaksi-Reaksi Sikloheksanon

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I Metode Ekstrasi Senyawa-Senyawa Organik

LAPORAN ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK