JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I Teknik Pemisahan Dengan Kromatografi Lapis Tipis
JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
PERCOBAAN
” Teknik Pemisahan Dengan Kromatografi Lapis Tipis”
DISUSUN
OLEH :
DIO AL KAUTSAR
(A1C119039)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN 11
I Judul : Teknik
pemisahan dengan Kromatografi lapis tipis
II Hari, Tanggal : Senin,3
Mei 2021
III Tujuan : Adapun tujuan pratikum kali ini adalah
untuk dapat mengetahui teknik pemisahan dengan Kromatografi lapis tipis.
IV.Landasan Teori
Teknik pemisahan dengan kromatografi
lapis tipis merupakan teknik kromatografi untuk memisahkan campuran yang tidak
mudah menguap, dan teknik tersebut umumnya menggunakan pelat kaca yang dilapisi
dengan lapisan tipis yang terbuat dari suatu adsorben.
Proses tersebut harus mencakup adsorben yang fasenya diam, pelarut atau campuran pelarut yang fase gerak dan molekul sampel. Dalam kromatografi lapis tipis, adsorben diterapkan sebagai lapisan tipis pada substrat yang sesuai contoh kaca, poliester atau pelat aluminium. Dengan menggunakan lapisan ini, campuran zat dipisahkan melalui elusi dengan pelarut yang sesuai.
Proses kromatografi yang terjadi
selama pergerakan fase gerak dalam lapisan tipis sorben yang diendapkan pada
penyangga padat inert yang terbuat dari bahan yang sesuai - kaca, logam
atau polimer, disebut kromatografi lapis tipis atau kromatografi lapis tipis
dari sorben.
V.Alat dan bahan
5.1 Bahan
:
1.
Fraksi n-heksan = sampel
2.
Fraksi etil asetat = sampel
3.
Fraksi air = sampel
4.
Plat KLT GF254
5.
Pipa kapiler
6.
Etanol 96% = fase gerak
7.
N-Heksan = fase garak
8.
Etil asetat = fase gerak
5.2 Alat
:
1.
Bejan KLT
2.
Lampu UV 254
3.
Gelas piala
4.
Lampu spirtus
VI.Prosedur
1.
Dilakukan penjenuhan pelarut untuk fase
gerak yang ditempatkan dalam bejana KLT. Yaitu, fase gerak : n-Heksan : etil
asetat (1:1) dan fase gerak : etanol 96% : etil asetat (1:1)
2.
Siapkan plat KLT dengan ukuran 1x8 cm,
ujung bawah dan ujung atas diberi garis batas dengan panjang 0,5 cm
3.
Beri tanda nama fraksi yang akan
digunakan dibelakang plat KLT
4.
Siapkan pipa kapiler berdiameter keci,
kemudian bilas menggunakan etanol 96%
5.
Masukkan pipa kapiler ketempat sampel,
biarkan sampel tertarik didalam pipa
6.
Totol sampel sebanyak 3 kali ditengah
plat KLT bagian bawah, tepat digaris tanda
7.
Masukkan plat KLT yang sudah diberi
sampel menggunakan pinset dengan posisi horizontal dan pastikan plat KLT
berdiri tegak
8.
Masukkan seluruh plat KLT yang sudah
diberi sampel (3 sampel) kedalam masing-masing bejana KLT yang berisi fase
gerak yang telah dijenuhkan
9.
Diamkan KLT hingga fase gerak bergerak
maju menuju tanda batas ata, kemudian keluarkan plat KLT dan biarkan kering
10.
Amati hasil KLT dibawah lampu UV 254
11.
Lingkari bercak noda menggunakan pensil
kayu untuk memperjelas posisi bercak noda
12.
Setelah didapat jarak bercak noda, maka
nilai Rf dihitung menggunakan rumus
Vidio :
Permasalahan :
1.Dalam vidio
tersebut apa yang terjadi pada pada KLT dengan fase gerak n-Heksan?
2.
Kenapa pada saat diamati hasil KLT digunakan lampu UV 254?
3.Kenapa
menggunakan rumus Rf pada saat jarak bercak noda?

Baiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 2. Alasan digunakan lampu UV 254 nm adalah untuk pengamatan pada lempeng atau dikatakan untuk melihat flouresensi pada lempeng. Dimana mekanisme kerja pada UV 254 nm ialah terjadinya flouresensi padalempeng ini dikarenakan cahaya yang tampak merupakan emisi cahayayang dipancarkan oleh komponen terse
BalasHapusbaiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 3. nilai Rf sendiri dapat digunakan sebagai nilai perbandingan relatif antar sampel.Nilai Rf juga menyatakan derajat retensi suatu komponen dalam fase diam sehingga nilai Rf sering juga disebut faktor retensi. Semakin besar nilai Rf dari sampel maka semakin besar pula jarak bergeraknya senyawa tersebut pada plat kromatografi lapis tipis
BalasHapusSaya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 1. Yang terjadi Pada KLT dengan fase gerak n-Heksan : Etil asetat (1:1) tidak terjadi pemisahan / bercak noda tidak ada dibawah sinar UV
BalasHapus