LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I Teknik Pemisahan Dengan Kromatografi Kolom

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN

Teknik Pemisahan Dengan Kromatografi Kolom

 

 





DISUSUN OLEH :

DIO AL KAUTSAR (A1C119039)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

VII.Data Pengamatan

Perlakuan

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

Dicampurkan n-heksana dengan etil asetat dengan perbandingan 4:1

 Cawan porselin : Wadah yang digunakan saat menimbang silica gel

 

Timbangan elektrik : Untuk mengetahui massa dari silica gel yang digunakan

 

Erlenmeyer : Untuk mecampurkan silica gel dengan fase gerak.

Untuk membuat eluen (fasa gerak)

Eluen siap digunakan

Ditimbang silica gel sebanyak 50 gram

Untuk menimbang silica gel yang akan digunakan

 

 

 

Didapat bobot silica gel sebanyak 50 gram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dimasukkan silica gel ke dalam erlenmeyer

Pengadukan berfungsi untuk membantu silica gel terbasahi secara merata dengan eluen

Larutan menjadi berwarna putih keruh

Ditambahkan fase gerak hingga semua silica gel terbasahi kemudian diaduk dan ditutup dengan alumunium foil

Dituang campuran silica gel dengan eluen ke dalam kolom dengan bantuan corong gelas

Gelas kimia : wadah penampung eluen.

Untuk melarutkan silica gel

Larutan menjadi jernih

Dibuka stopper di bagian bawah kolom untuk mengeluarkan eluen. Jika masih ada sisa silica gel dalam labu Erlenmeyer, ditambahkan lagi eluen dan masukkan dalam kolom

Erlenmeyer :sebagai wadah larutan dari campuran silica gel dan fase gerak

 

 

Ditutup stopper di bagian bawah kolom

Agar eluen tidak keluar lagi

Dipastikan eluen dalam kolom terisi penuh, kemudian tutup dengan alumunium foil dan rekatkan dengan karet gelang

Alumunium foil :Untuk menjaga eluen supaya tidak terkena zat lain ataupun ada gangguan dari laur

Agar kolom tidak kering selama penyimpanan

Kolom siap digunakan

Didiamkan selama 1-2 jam sebelum digunakan

 

Untuk menyiapkan kolom yang akan digunakan

Disiapkan 0,5 gram ekstrak rimpang kencur dan 0,5 gram silica gel lalu ditambahkan silica gel sedikit demi sedikit ke dalam ekstrak lalu diaduk dan menjadi serbuk

Ekstrak rimpang kencur : Sebagai sampel

Penyiapan sampel

Sampel berbentuk serbuk berwarna oranye

Dibuka penutup alumunium foil dari kolom dan dikeluarkan eluen dari kolom dengan cara membuka stopper dari bagian bawah kolom

Kolom : tempat terjadinya kromatografi

 

Untuk memasukan sampel kering kedalam kolom

 

Dikeluarkan eluen hingga batas 0,5 cm dari permukaan atas fase diam lalu stopper ditutup

Kolom : tempat terjadinya kromatografi

 

Untuk membuang eluan untuk tahap selanjutnya

 

Dimasukkan sampel kering ke dalam kolom dan pastikan sampel terdistribusi merata di atas kolom

Kolom : tempat terjadinya kromatografi

 

untuk melindungi bentuk lapisan organik

Terbentuk dua lapisan, bagian atas berwarna oranye, bagian bawah berwarna putih keruh

Disiapkan silica gel sebanyak 0,5 gram dan masukkan ke dalam kolom

Kolom : tempat terjadinya kromatografi

 

Pipet Pasteur : Untuk memindahkan eluen ke kolom

Untuk melindungi ekstrak supaya tetap rata pada saat ditambahkan eluen

 

Ditambahkan eluen melalui dinding kolom dengan pipet Pasteur

 

Dialirkan eluen dan tampung dalam beaker. Beberapa ml eluen yang keluar pertama kali dari kolom dapat dibuang

Beaker : wadah penampung eluen

Beberapa ml eluen yang keluar pertama kali belum mengandung senyawa kimia dari estrak jadi dapat dibuang

 

Ditampung fraksi dalam vial yang sudah ditara sebanyak 10 ml dan sudah ditandai nomor dan dibiarkan hingga sebagian besar eluen menguap

Vial:botol kecil untuk menampung fraksi yang dibuat tadi

Untuk melihat apakah setiap botol dapat memperoleh isolat yang di targetkan.

Dan didapatkan 30 buah vial atau botol kecil

Dilakukan monitoring hasil kromatografi kolom dengan KLT

KLT:untuk melihat fase gerak yang terjadi di setiap fraksi yang diteteskan

UV:sebagai empat untuk mengamati dengan besar UV 254 nm

Untuk mendapatkan isolat yang di targetkan yaitu senyawa yang sama dengan standar

Dari hasil penggabungan di preoleh 7 fraksi

Fraksi 1 :botol 1

Fraksi 2: botol 2

Fraksi 3: botol 3-4

Fraksi 4:botol 5-10

Fraksi 5:botol 11-16

Fraksi 6:botol 17-24

Fraksi 7:botol 25-30

Dan EPMS(Etil p-metoksisinamat)terdapat pada fraksi  nomor 4 dan nomor 5

 

VIII.PEMBAHASAN

            Baik untuk membuat eluen kita membuatnya dari campuran n-heksana dengan etil asetat dengan perbandingan 4:1,lalu kita membutuhkan eluen untuk di gunakann dalam pemisahan dengan menggunakan kromatografi kolom ,lalu siapkan ektrask dari rimpang kencur lalu ditambahkan silica gel sedikit demu sedikit lalu Dimasukkan sampel kering ke dalam kolom dan pastikan sampel terdistribusi merata di atas kolom dan disiapkan disiapkan silica gel sebanyak 0,5 gram dan masukkan ke dalam kolom lalu ditambahkan eluen melalui dinding kolom dengan pipet Pasteur dan dialirkan eluen dan tampung dalam beaker. Beberapa ml eluen yang keluar pertama kali dari kolom dapat dibuang dan ditampung fraksi dalam vial yang sudah ditara sebanyak 10 ml dan sudah ditandai nomor dan dibiarkan hingga sebagian besar eluen menguap lalu dilakukan monitoring hasil kromatografi kolom dengan KLT dan didapatkan Dari hasil penggabungan di preoleh 7 fraksi:

Fraksi 1 :botol 1

Fraksi 2: botol 2

Fraksi 3: botol 3-4

Fraksi 4:botol 5-10

Fraksi 5:botol 11-16

Fraksi 6:botol 17-24

Fraksi 7:botol 25-30

Dan EPMS(Etil p-metoksisinamat)terdapat pada fraksi  nomor 4 dan nomor 5)

XI.KESIMPULAN

Prinsip kerja dari kromatografi kolom yaitu memisahkan komponen secara selektif berdasarkan sifat fisik absorbs dengan fase stasioner (diam) berupa absorben alumina yang mengisi kolom dan fase mobile (gerak). Dalam percobaan ini n-hexane berfungsi sebagai pelarut supaya homogen yang bersifat non polar dan etanol bersifat polar. Dari hasil analisa bisa disimpulkan bahwa partikel yang sama dengan kolom akan tertahan dan sebaliknya partikel yang kepolarannya berbeda dengan kolom akan terus mengikuti aliran.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2021). Kromatrogafi teknik kolom. https://id.wikipedia.org/wiki/Kromatografi_kolom. diunduh pada 6 mei  2021

Anonim. (2021). Kromatrogafi teknik kolom. https://www.pakarkimia.com/kromatografi-kolom/#:~:text=Kromatografi%20kolom%20adalah%20teknik%20pemisahan,senyawa%20yang%20diinginkan%20secara%20individu. diunduh pada 6 mei  2021

Vidio : 


Permasalahan :

1.apa fungsi dari Teknik Pemisahan Dengan Kromatografi Kolom?

2.kenapa dalam percobaan ini menggunakan silica jel?

3.pada saat 0,5 gram ekstrak rimpang kencur dan 0,5 gram silica gel lalu ditambahkan silica gel sedikit demi sedikit ke dalam ekstrak lalu diaduk dan menjadi serbuk apa yang terjadi pada sampel?

  

Komentar

  1. baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab nomor 1. untuk teknik pemisahan dengan menggunakan kromatografi kolom memiliki fungsi yaitu dapat Pemurnian dari hasil reaksi sintesis kimia, Isolasi senyawa aktif dalam bahan alam, Analisis limbah lingkungan

    BalasHapus
  2. Baiklah Saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2
    Silika gel pada kolom kromatografi berfungsi sebagai fasa diam dan sebagai absorben. Silika gel ini bersifat polar, sehingga senyawa yang bersifat nonpolar dapat dengan mudah terpisah dan lewat dalam fasa diam yang polar ini

    BalasHapus
  3. Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 3. Setelah mengamati video tersebut pada saat 0,5 gram ekstrak rimpang kencur dan 0,5 gram silica gel lalu ditambahkan silica gel sedikit demi sedikit ke dalam ekstrak lalu diaduk yang terjadi pada sampel adalah Ekstraknya menjadi kering dan menjadi partikel partikel yang halus (serbuk).

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I Reaksi-Reaksi Sikloheksanon

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I Metode Ekstrasi Senyawa-Senyawa Organik

LAPORAN ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK