LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I Teknik Pemisahan Dengan Kromatografi Lapis Tipis
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
ORGANIK I
PERCOBAAN
” Teknik Pemisahan Dengan Kromatografi Lapis Tipis”
DISUSUN
OLEH :
DIO AL KAUTSAR
(A1C119039)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL,
M.Si
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII.Data Pengamatan
|
Prosedur |
Fungsi Alat
dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
Dilakukan
penjenuhan pelarut untuk fase gerak yang ditempatkan dalam bejana KLT. Yaitu,
fase gerak : n-Heksan : etil asetat (1:1) dan fase gerak : etanol 96% : etil
asetat (1:1) |
Fraksi
n-heksan : sampel Fraksi etil
asetat : sampel Fraksi air : sampel Plat KLT GF254
: Alat Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Pipa kapiler :
Sebagai alat untuk menurunkan tekanan, merubah bentuk dari gas menjadi bentuk
cairan, dan mengatur cairan Etanol 96% : fase
gerak N-Heksan : fase
garak Etil asetat : fase gerak Bejan KLT :
Alat untuk melakukan proses kromatografi Lampu UV 254 :
Untuk pengamatan pada lempeng Gelas piala :
sebagai wadah pereaksi sampel Lampu spirtus :
Sebagai Pemanas |
Penyiapan
alat dan bahan untuk proses percobaan |
- |
|
Siapkan
plat KLT dengan ukuran 1x8 cm, ujung bawah dan ujung atas diberi garis batas
dengan panjang 0,5 cm |
|||
|
Beri
tanda nama fraksi yang akan digunakan dibelakang plat KLT |
Sebagai
Penanda Pada Percobaan yang akan dilakukan |
- |
|
|
Siapkan
pipa kapiler berdiameter keci, kemudian bilas menggunakan etanol 96% |
Agar
bersih dan streril dari sisa sisa senyawa lain |
Pipa
kapiler menjadi bersih dan steril |
|
|
1.
Masukkan pipa kapiler ketempat sampel, biarkan
sampel tertarik di dalam pipa |
- |
- |
|
|
2.
Totol sampel sebanyak 3 kali ditengah plat KLT
bagian bawah, tepat digaris tanda |
Penotolan
sampai 3 kali bertujuan agar hasil atau bekas yang didapat terlihat jelas |
Terdapat
Noda di plat KLT |
|
|
3.
Masukkan plat KLT yang sudah diberi sampel
menggunakan pinset dengan posisi horizontal dan pastikan plat KLT berdiri
tegak |
|
Agar
sampel fase gerak dapat berjalan atau merambat pada plat KLT yang telah
disiapkan |
- |
|
4.
Masukkan seluruh plat KLT yang sudah diberi sampel
(3 sampel) kedalam masing-masing bejana KLT yang berisi fase gerak yang telah
dijenuhkan 5.
|
Untuk
menentukan nilai Rf pada masing masing fase gerak |
- |
|
|
6.
Diamkan KLT hingga fase gerak bergerak maju menuju
tanda batas atas, kemudian keluarkan plat KLT dan biarkan kering 7.
|
Agar
fase bergerak sehingga dapat
menghitung nilai Rf dari batas yang sudah dibuat |
·
Pada KLT dengan fase gerak n-Heksan : Etil asetat
(1:1) tidak terjadi pemisahan/bercak noda tidak ada dibawah sinar tampak ·
Pada KLT dengan fase gerak Etanol 96% : Etil
asetat (1:1) terjadi pemisahan / adanya bercak noda pada fraksi n-heksan yang
diamati dibawah sinar tampak |
|
|
8.
Amati hasil KLT dibawah lampu UV 254 9.
|
Agar
mempermudah pengamatan dan mendapatkan hasil yang optimal |
·
Pada KLT dengan fase gerak n-Heksan : Etil asetat
(1:1) tidak terjadi pemisahan / bercak noda tidak ada dibawah sinar tampak ·
Pada KLT dengan fase gerak n-Heksan : Etil asetat
(1:1) tidak terjadi pemisahan / bercak noda tidak ada dibawah sinar UV |
|
|
Lingkari
bercak noda menggunakan pensil kayu untuk memperjelas posisi bercak noda |
Untuk
mempermudah dalam perhitungan |
- |
|
|
Setelah
didapat jarak bercak noda, maka nilai Rf dihitung menggunakan rumus |
|
Untuk
menentukan Nilai Rf nya |
Nilai
Rf = 0,78 |
VIII.PEMBAHASAN
Baiklah
dimana pada percobaan kali ini dilakukan penjenuhan pelarut untuk fase gerak
yang ditempatkan dalam bejana KLT. Yaitu, fase gerak : n-Heksan : etil asetat
(1:1) dan fase gerak : etanol 96% : etil asetat (1:1) dan kita siapkan plat KLT
dengan ukuran 1x8 cm, ujung bawah dan ujung atas diberi garis batas dengan
panjang 0,5 cm lalu beri tanda pada belakang KLT dan siapkan pipa kapiler
berdiameter keci, kemudian bilas menggunakan etanol 96% lalu masukan pipa
kapiler ke sampel niarkan sampel tertarik dan totol sampel sebanyak 3 kali di
tengah KLT pada bagian garis bawah dan masukan dan berikan sampel denga pinset
secara horizontal dan masukan plat klt yang di beri sampel ke masing masing
bejana KLT diamkan dengan dengan fase gerak menuju batas atas lalu ambil dan di
amati dengan lampu UV 254 dan lingkari bercak yang bergerak lalu didapatkan lah
nilai Rf nya 0,78
Pada KLT kita memerlukan fase diam dan fase gerak yang mana fase diam yaitu kertasnya KLT nya dan fase gerak eluen dengan ditetesi spidol contohnya yang mana larutan tersebut harus non homogen atau bisa nonpolar dengan polar atau sebaliknya kenapa untuk melihat fase gerak harus berbeda untuk memisahkannya,apa bila sama polar dengan polar dan non polar dengan nonpolar dia malah mengikat dan tidak terjadi pemisahan di sana.
XI.KESIMPULAN
1. Kromatografi Lapis Tipis
adalah suatu pemisahan yang mana menggunakan fase diam dan fase gerak yang mana
fase gerak disini gerak menjauh dari larutan yang mana tidak homegen polar
dengan non polar kenapa supaya adanya perubahan pada atau jarak dimana disitu
terletak pemisahannya.
2.Cara menghitung nilai Rfnya adalah: jarak kompenen di bagi jarak eluen.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2021). KLT.https://id.wikipedia.org/wiki/Sikloheksanol
diunduh pada 2 mei 2021
Anonim. (2013). KLT. https://www.ilmukimia.org/2013/05/kromatografi-lapis-tipis-klt.html
2 mei 2021
Anonim. (2020). Pengertian Kromatografi Lapis Tipis,
Prinsip, Manfaat, dan Contohnya. https://www.pakarkimia.com/kromatografi-lapis-tipis/2
mei 2021
Vidio :
Permasalahan :
1.Bagaimana cara
menghitung nilai Rf?
2.
Kenapa pada saat diamati hasil KLT digunakan lampu UV 254?
3.Apa yang
menyatakan adanya perubahan jarak pada KLT tersebut?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 1. Nilai Rf dapat dihitung dengan rumus berikut :
BalasHapusRf = (jarak yang ditempuh substansi)/(jarak yang ditempuh oleh pelarut)
assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 2. digunakannya lampu UV 254 adalah untuk dapat mengaat fase gerak untuk samapai ke tanda batas
BalasHapusSaya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 3. Yg menjadi penanda dalam terjadi adanya jarak pada KLT adalah ketika sampel fase gerak dapat berjalan atau merambat pada plat KLT yang telah disiapkan setelah itu dilihat nilai RF nya
BalasHapus